“Sektor
U-231 siaga 1, entah seberapa banyak kerusakan yang akan terjadi setelah ini.
Evakuasi seluruh warga Debarn.” Kata Sentiros pemimpin gerakan ‘Feylong’ kepada
wakilnya. Saat itu Zentar melakukan serangan
tiba-tiba dari arah laut dengan kapal perangnya. Serangan dimulai pukul 03.45
ketika orang-orang sedang beristirahat sehingga menyebabkan setidaknya 20
korban meninggal.
Sementara
itu di Morq, Rekia dan Landaga menuju ke Vihara untuk pertemuan 12 komandan
batalyon untuk membahas basis pertahanan tepi Kerajaan. “perjalanan cukup jauh,
apalagi ditemani suhu dingin dipagi buta seperti ini. “ kata Rekia. “Hahahahaha
suhu dingin ini belum ada apa apanya
dengan sifat dingin Chev, dia orang yang angkuh dan keras kepala, namun dibalik
sifatnya itu aku sangat mengaguminya, tersimpan banyak misteri yang masih belum
terungkap tentangnya, entah mengenai jurus-jurus yang belum pernah diketahui
atau segala sesuatu yang mengagumkan ada padanya”. Begitulah Shira dikenal
selama ini,
Saat
itu di sektor U-231 kekalahan telah mencapai 60%, saat matahari terbit barulah
pesan darurat sampai di Vihara dan diterima oleh Chev. “Batalkan Pertemuan !
Siapa komandan batalyon yang berada di
Vihara saat ini?” kata Shira. “Ada 3
komandan yaitu komandan batalyon pasukan 1, 2, dan 4” jawab wakil Chev. “Kirim
mereka ke sector U-231 untuk membantu Sentiros mempertahankan kota! ”.
“Sampai
kapanpun aku tak akan menyerahkan Debarn begitu saja.”, “Tapi Sentiros, 60%
kota telah dikuasai, dan kita sudah kalah jumlah ! ” sahut wakilnya. “ Tak
peduli seberapa banyak mereka telah menginjakan kaki ditanah ini, selama aku
masih ditanah yang sama, Aku akan berusaha mengusirnya. Sekarang aku akan melawannya
sendiri .” “hahaha itulah yang aku sukai darimu, semangatmulah yang membuat
orang orang kagum dan hormat kepadamu” kata Wakilnya. Ketika Sentiros sedang
melintas dilorong kota Debarn ia bertemu dengan salah satu dari empat pemimpin
serangan Zentar ke Debarn. Disanalah mereka akan bertarung habis habisan.
“Kurama si ‘telunjuk jarum’ sudah lama aku tak bertemu denganmu semenjak disaat
kau membunuh seluruh anggota keluargamu dimalam pentahbisan kakakmu, sungguh
kau tak pantas menginjakan kakimu dikerajaan ini lagi, kau sudah menjadi
penghianat paling keji bagi kami, Enyahlah ! ”, “ Sebegitu bencinya kau pada
diriku Sentiros, bukankah kejadian itu telah berlangsung lama sekali, kukira
kau telah melupakannya ! hahhahhahha “. Sontak Kurama menyerang yang disambut
oleh ayunan Ziegler. “Dengan kemampuan seperti itu kau tak akan bs mengalahkan
aku dan Ziegler, dan dg pedang ini pula akan kupeggal kepalamu !” , “Jangan
bermimpi pak tua”, balasnya.
Satu
jam pertarungan mereka telah berlangsung, terlihat 2 lubang menganga ditubuh
sentiros. “hahahha terbukti sentiros, umurlah yang telah memakan semua naluri
bertarungmu, hingga kau harus menerima sentuhan panas dari ujung jariku ini
sebanyak 2 kali”. Sentiros terdiam mendengar celoteh Kurama. Untuk yang ketiga
kalinya ujung jari telunjuk Kurama mengeluarkan cahaya berwarna ungu pijar dan
dpt memanjang memendek sesuai keinginannya, ia arah kan telunjuknya tepat ke
kepala sentiros. “MATI KAU PAK TUA !!”, Serunya. “Itu menurutmu bocah ingusan
!! , spainloth !!!” . Cahaya itupun tepat berhenti menyentuh kepala Sentiros, karena
pedang Ziegler memotong tulunjuk Kurama terlebih dahulu. Adapun Spainloth
adalah jurus tingkat tinggi yang dimiliki oleh 4 swordnancer dalam ilmu pengendalian
pedang, yang mana spainloth adalah jurus tebasan pedang terhadap sumber serangan
yang diterima oleh pemilik pedang. Dengan cepat sentiros berlari menghampiri
pedangnya lalu menebaskan Ziegler ke leher Kurama. “ Nak sebenarnya kau berhasil membunuhku
jikalau kau tak banyak bicara tadi, karena dalam sebuah pertarungan
KETENANGANLAH YANG PALING UTAMA”
Sentiros
berhasil memenangkan pertarungan itu, namun tidak pertarungan mempertahankan
kotanya tersebut. “Sentiros kau terluka parah, seluruh pasukan telah terpukul
mundur hingga gerbang Selatan, aku pergi mencarimu dan kudapatkan kau terluka
separah ini ? siapa yang telah kau lawan? Haa?” sahut kapten kota Debarn.
Sentiros hanya diam, ia tidak mengucapkan sepatah katapun, hingga ia dibawa
keluar melalui gerbang selatan. “Satu kepala seorang penghianat belum cukup
untuk merebut kota ini sepenuhnya dariku” Katanya sesaat ia keluar dr gerbang. “
perintahkan pasukan mundur ke pos penjaga dikaki gunung Tiray, kita tunggu
bantuan dari Vihara dan siapkan untuk Serangan balik !” Tambahnya.
“Akhirnya
kita tiba juga di Vihara”, “iya, tak terasa” kata mereka berdua. “ Komandan Landga, anda ditugaskan bersama
komandan yang lain untuk pergi ke Utara guna bertarung mempertahankan kota
Debarn, komandan yang lain telah pergi 3 jam yang lalu, dan sebaiknya anda
segera menyusul, karena keadaanya sangat darurat !” kata seorang penjaga
gerbang. “ Apa? Mempertahankan Debarn? Apa yang terjadi? Siapa yang menyerang?”
balas Landga. “Zentar yang melakukannya”. Kemudian keheningan menyelimuti
beberapa saat hingga akhirnya terpecahkan oleh teriakan Rekia, “ Baiklah kita
segera pergi Landga, banyak hal yang harus kita lakukan disana” .
Dan_25 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar