Sabtu, 25 Agustus 2012

Part 4: Debarn Down


“Sektor U-231 siaga 1, entah seberapa banyak kerusakan yang akan terjadi setelah ini. Evakuasi seluruh warga Debarn.” Kata Sentiros pemimpin gerakan ‘Feylong’ kepada wakilnya.  Saat itu Zentar melakukan serangan tiba-tiba dari arah laut dengan kapal perangnya. Serangan dimulai pukul 03.45 ketika orang-orang sedang beristirahat sehingga menyebabkan setidaknya 20 korban meninggal.
Sementara itu di Morq, Rekia dan Landaga menuju ke Vihara untuk pertemuan 12 komandan batalyon untuk membahas basis pertahanan tepi Kerajaan. “perjalanan cukup jauh, apalagi ditemani suhu dingin dipagi buta seperti ini. “ kata Rekia. “Hahahahaha suhu dingin ini  belum ada apa apanya dengan sifat dingin Chev, dia orang yang angkuh dan keras kepala, namun dibalik sifatnya itu aku sangat mengaguminya, tersimpan banyak misteri yang masih belum terungkap tentangnya, entah mengenai jurus-jurus yang belum pernah diketahui atau segala sesuatu yang mengagumkan ada padanya”. Begitulah Shira dikenal selama ini,
Saat itu di sektor U-231 kekalahan telah mencapai 60%, saat matahari terbit barulah pesan darurat sampai di Vihara dan diterima oleh Chev. “Batalkan Pertemuan ! Siapa komandan batalyon yang berada di
Vihara saat ini?” kata Shira. “Ada 3 komandan yaitu komandan batalyon pasukan 1, 2, dan 4” jawab wakil Chev. “Kirim mereka ke sector U-231 untuk membantu Sentiros mempertahankan kota! ”.
“Sampai kapanpun aku tak akan menyerahkan Debarn begitu saja.”, “Tapi Sentiros, 60% kota telah dikuasai, dan kita sudah kalah jumlah ! ” sahut wakilnya. “ Tak peduli seberapa banyak mereka telah menginjakan kaki ditanah ini, selama aku masih ditanah yang sama, Aku akan berusaha mengusirnya. Sekarang aku akan melawannya sendiri .” “hahaha itulah yang aku sukai darimu, semangatmulah yang membuat orang orang kagum dan hormat kepadamu” kata Wakilnya. Ketika Sentiros sedang melintas dilorong kota Debarn ia bertemu dengan salah satu dari empat pemimpin serangan Zentar ke Debarn. Disanalah mereka akan bertarung habis habisan. “Kurama si ‘telunjuk jarum’ sudah lama aku tak bertemu denganmu semenjak disaat kau membunuh seluruh anggota keluargamu dimalam pentahbisan kakakmu, sungguh kau tak pantas menginjakan kakimu dikerajaan ini lagi, kau sudah menjadi penghianat paling keji bagi kami, Enyahlah ! ”, “ Sebegitu bencinya kau pada diriku Sentiros, bukankah kejadian itu telah berlangsung lama sekali, kukira kau telah melupakannya ! hahhahhahha “. Sontak Kurama menyerang yang disambut oleh ayunan Ziegler. “Dengan kemampuan seperti itu kau tak akan bs mengalahkan aku dan Ziegler, dan dg pedang ini pula akan kupeggal kepalamu !” , “Jangan bermimpi pak tua”, balasnya.
Satu jam pertarungan mereka telah berlangsung, terlihat 2 lubang menganga ditubuh sentiros. “hahahha terbukti sentiros, umurlah yang telah memakan semua naluri bertarungmu, hingga kau harus menerima sentuhan panas dari ujung jariku ini sebanyak 2 kali”. Sentiros terdiam mendengar celoteh Kurama. Untuk yang ketiga kalinya ujung jari telunjuk Kurama mengeluarkan cahaya berwarna ungu pijar dan dpt memanjang memendek sesuai keinginannya, ia arah kan telunjuknya tepat ke kepala sentiros. “MATI KAU PAK TUA !!”, Serunya. “Itu menurutmu bocah ingusan !! , spainloth !!!” . Cahaya itupun tepat berhenti menyentuh kepala Sentiros, karena pedang Ziegler memotong tulunjuk Kurama terlebih dahulu. Adapun Spainloth adalah jurus tingkat tinggi yang dimiliki oleh 4 swordnancer dalam ilmu pengendalian pedang, yang mana spainloth adalah jurus tebasan pedang terhadap sumber serangan yang diterima oleh pemilik pedang. Dengan cepat sentiros berlari menghampiri pedangnya lalu menebaskan Ziegler ke leher Kurama.  “ Nak sebenarnya kau berhasil membunuhku jikalau kau tak banyak bicara tadi, karena dalam sebuah pertarungan KETENANGANLAH YANG PALING UTAMA”
Sentiros berhasil memenangkan pertarungan itu, namun tidak pertarungan mempertahankan kotanya tersebut. “Sentiros kau terluka parah, seluruh pasukan telah terpukul mundur hingga gerbang Selatan, aku pergi mencarimu dan kudapatkan kau terluka separah ini ? siapa yang telah kau lawan? Haa?” sahut kapten kota Debarn. Sentiros hanya diam, ia tidak mengucapkan sepatah katapun, hingga ia dibawa keluar melalui gerbang selatan. “Satu kepala seorang penghianat belum cukup untuk merebut kota ini sepenuhnya dariku” Katanya sesaat ia keluar dr gerbang. “ perintahkan pasukan mundur ke pos penjaga dikaki gunung Tiray, kita tunggu bantuan dari Vihara dan siapkan untuk Serangan balik !” Tambahnya.
“Akhirnya kita tiba juga di Vihara”, “iya, tak terasa” kata mereka berdua.  “ Komandan Landga, anda ditugaskan bersama komandan yang lain untuk pergi ke Utara guna bertarung mempertahankan kota Debarn, komandan yang lain telah pergi 3 jam yang lalu, dan sebaiknya anda segera menyusul, karena keadaanya sangat darurat !” kata seorang penjaga gerbang. “ Apa? Mempertahankan Debarn? Apa yang terjadi? Siapa yang menyerang?” balas Landga. “Zentar yang melakukannya”. Kemudian keheningan menyelimuti beberapa saat hingga akhirnya terpecahkan oleh teriakan Rekia, “ Baiklah kita segera pergi Landga, banyak hal yang harus kita lakukan disana” .

Dan_25 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar