“Komandan
Abel gerbang Barat telah kami kuasai, namun pasukan hanya meninggalkan
setengahnya saja. Kami menunggu perintah !” kata seorang prajurit. “Kalian jaga
barikade gerbang, aku akan pergi ke mercusuar, dan sementara aku pergi kuberikan
wewenangku kepada wakilku “. Abel
merasakan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya. “Aku harap Vega dapat
mengatasinya, menjadi sangat penting penguasaan atas pelabuhan Debarn, namun
yang menjadi perhatianku saat ini adalah Lisa, aku merasa sesuatu yang buruk
akan terjadi dimercusuar itu” , ungkap Abel dalam hati.
“Komandan Jumlah kita kalah mutlak,
keputusan terbaik adalah menarik pasukan ke barikade Barat, terlebih pemimpin
pasukan Zentar itu sangat tangguh dan wakil anda pun telah dibunuh olehnya,
kami menunggu perintah. “ kata seorang prajurit kepada Vega, dengan nafas
terengah-engah. “aahhhhhh….baiklah tarik pasukan ke barikade Barat “, Jawab Vega
dengan terpaksa. Batalyon kesatu pun mundur ke sisi Barat kota Debarn, dengan
menyisakan sepertiganya saja. Sementara itu disektor Mercusuar komandan
batalyon ke 4 Lisa telah mampu menguasai tempat itu. “Sungguh diluar dugaan,
sangat mudah menguasai tempat ini, Aku menjadi sangat curiga, apakah ini hanya
jebakan saja?”, kata Lisa kepada wakilnya.
Sesekali Lisa memandang kearah pintu
masuk mercusuar itu, dengan tatapan gelisah ia perlahan mulai menghampiri pintu
tersebut,. Ketika semakin mendekati pintu itu tiba tiba langkahnya terhenti
oleh sebuah derap langkah dari ratusan prajurit yang datang. “Ohh..ternyata kau
Rekia..apa yang terjadi? Kenapa Tuan Sentiros terluka separah ini??” , kata
Lisa. “Panjang ceritanya..sekarang apa yang akan kita lakukan Tuan Sentiros”
jawab Rekia. “Kita Tunggu Vega dan Abel terlebih dahulu sebelum kit..” jawab Sentiros
setengah selesai yang dibarengi dengan decitan bunyi pintu mercusuar terbuka
secara perlahan. Pintu itu belum terbuka secara penuh telah keluar dari
sela-selanya seorang yang sudah tidak asing lagi didunia militer antar
kerajaan, dan diikuti seorang dibelakangnya.
“Morgan de Shen...Jenderal tinggi
kerajaan Zentar, mantan Chev disana dan salah satu dari 7 buronan dengan bounty
tertinggi, terakhir kepalanya dihargai senilai 750 juta Ris” Kata Rekia
terkejut melihat orang semacam itu ada dihadapannya. Setelah Morgan de Shen
diikuti dibelakangnya Douglas ‘tangan kanannya’ .
Keadaan berubah menjadi hening,
sampai ketika celoteh Morgan keluar dari mulutnya. “Kenapa semuanya pada diam?
Apa kalian melihat hantu? Ayolah kita bersenang senang ! hahhahaha..sudah lama
terakhir aku bermain main dengan para prajurit hebat seperti kalian, ada Sentiros,
namamu sudah terkenal semenjak aku kecil dahulu, hahhaha ohh dan ada komandan
Lisa..komandan paling cantik dimuka bumi..dan teristimewa ada mantan komandan
yang terhormat Rekia, orang yang berhasil selamat dari kejaran Ultimer hahhahha
aku sungguh merasa terhormat berada diantara kalian”.
“Baiklah yang pertama aku ingin
bermain dengan…kau Lisa..atau mungkin kalian semua ingin langsung bermain
bersama? Baiklah aku persilahkan hhahha “ , ungkap Morgan sembari berlari
kearah Lisa. Dengan cepat ia hantam Lisa dengan tangan kosong yang
mengakibatkan Lisa terpental menghantam dinding sebuah bangunan disana. Seolah
mengikuti tuannya Douglas pun berlari ke arah Rekia dan Sentiros. “ahh
sial…tuan Sentiros awas !!” jerit Rekia sambil menahan serangan Douglas dengan
jur dikedua tangannya. “Elemen air,
frozen fist” Teriak Douglas sembari memukul Rekia yang kemudian langsung mundur
kebelakang seolah-olah pertarungan telah selesai.
“Pukulannya tidak terlalu terasa
namun esnya membuat baju zirahku ini hancur…sial “, keluh Rekia. Ketika Rekia
melihat bahwa Douglas telah mundur dan menghentikan serangan, pandangan Rekia
pun teralihkan oleh lengan kiri Morgan yang tertancap sebuah panah khas Lisa,
namun pada tangan kirinya pula kepala Lisa digenggam olehnya, dan ditangan
kanannya mengeluarkan sebuah gumpalan energy berwarna hitam pekat. “ini sangat gawat…Elemen
api, fire ball ” Respon Rekia sigap. Dengan cepat bola api itu menghampiri Morgan.
Morgan pun melempar Lisa dan menghindar dari bola api tersebut, belum genap ia
menghindar dari belakang tubuhnya telah disambut oleh kedua pedang tajam
komandan Abel. Serangan dari Abel tersebut hanya mampu memberikan luka goresan
yang tidak cukup berarti bagi Morgan. “haaa…bocah ingusan…berani sekali kau
menggores punggungku?! Ha!...” Geram Morgan yang tanpa pikir panjang di tangan
kanannya yang semula mengeluarkan gumpalan energy hitam untuk menghabisi Lisa
kali ini ditujukan kepada Abel.
Dengan reflex seadanya ia menepis
serangan Morgan itu dengan kedua pedangnya. Seketika itu juga ia terpental jauh
hingga menghantam pintu mercusuar, dan diluar dugaan kedua pedang Abel pun
hancur menjadi beberapa bagian setelah menerima tinju tangan kosong dari Morgan.
Sesaat Morgan mengalihkan perhatiaannya dari Abel , ia kembali berjalan
menghampiri Lisa entah apa yang akan dia lakukan kali ini. “ Bolehkah aku
membunuhnya Rekia sebagai ganti dari nyawamu yang lolos pada malam terakhir kau
menjabat sebagai komandan saat itu? ” Ledek Morgan yang memicu kemarahan Rekia.
“Lepaskan dia !! Dan bertarunglah denganku…sebagai ganti saat malam itu “
,Tantang Rekia. “ahh kau menantangku?? Hahhahaha..lawanlah dahulu Douglas..aku
akan memperhatikanmu sembari aku membunuh wanita ini ! hahahhahha” balas Morgan
dilanjutkan mengucap mantra.
Sontak Rekia berlari kearah Lisa,
namun ditengahnya ia berlari Douglas menghalanginya. “Lawanmu adalah aku !” ,
Kata Douglas tersenyum sinis. “Elemen api, Prominensa”, teriak Morgan. “Elemen Air,
Ice Age” Disusul teriakan Sentiros menyela jurus Morgan yang membuat seluruh
tempat itu berubah menjadi padang es dan membuat semua orang disana beku. Lalu
tiba-tiba dari atas mercusuar seseorang melompat kebawah sembari mengucap
mantra yang sudah tak asing lagi ditelinga Sentiros. “sabia de suflete” Kata itu terdengar bersamaan dengan pedang
yang melayang dan kemudian menembus perut Sentiros. Saat itu juga seluruh es mencair dan semua
orang yang tadinya beku menjadi normal kembali. ”ah orang tua sialan...Elemen
api..Prominensa” , ungkap Morgan kesal. Tempat yang sebelumnya dingin karena es
tiba-tiba berubah menjadi panas karena satu jurus. Semuanya yang ada dalam
jalur api itu hangus terbakar. Tidak bisa dibayangkan betapa hancurnya pusat
kota Debarn saat itu, hanya menyisakan mercusuar yang masih berdiri tegak.
”Kau
sedikit terlambat Fogia” ,tutur Morgan. ”yaa.. maaf seperti biasa aku
terlambat..namun kedatanganku disaat yang tepat bukan? Hahhha” , ungkap orang
yang bernama Fogia itu. ”Dari mana kau dapatkan pedang Renzo itu? Ugh..ugh..”
Kata Sentiros yang telah setengah mati. ”Ohhh Sentiros kau belum mati juga
rupanya? Mau aku bantu kurangi rasa sakitnya?oohh pedang ini...kebetulan aku
sempat menggali makam...” belum selesai Fogia berbicara. ”Shadow Fist” , Rekia
pergi meninggalkan Douglas dengan sebuah jur menancap dilehernya, begitu
cepatnya gerakan Rekia hingga tak disadari oleh Fogia. Pukulan tangan kiri
Rekia tersebut mengakibatkan Fogia terlempar ke samping Morgan. ”Rekia..kemarilah
cepat” kata Sentiros terengah-engah. ”apa yang dapat saya lakukan untuk
tuan?”,jawab Rekia. Tak lama mereka berbincang lalu Sentiros menitipkan Ziegler
untuk seseorang, setelah itu Sentiros pun mati dihadapan Rekia.
”Sungguh
mengharukan, sampai-sampai membuat aku meneteskan air mata, Haruskah aku adakan
upacara pemakaman untuknya? Hahhahha” Ungkap Morgan. ” Tutup mulutmu...ternyata
selain dikenal sebagai salah satu orang dengan kepala termahal kau juga dikenal
sebagai orang yang bermulut besar.Memalukan ” , Balas Rekia. Mereka pun
langsung saling melancarkan serangan, tempat yang semula hancur menjadi semakin
hancur akibat pertarungan tersebut. ”Ayolah Morgan sebaiknya kita pergi saja
dari tempat ini, karena kita telah mendapatkan semua yang kita inginkan,” kata
Fogia. ”Termasuk Shira?” jawab Morgan. ”Tentu saja, sudah tidak ada alasan bagi
kita untuk terus berada ditempat ini” kata Fogia. Mendengar percakapan tersebut
Rekia terkejut. ”Apa maksud dari perkataanmu?” , kata Rekia sembari kembali
menyerang Fogia dengan jurus yang sama. Fogia pun berhasil menghindar, dan dari
belakang, pukulan ’Dark Energy’ dari Morgan mampu dihindari oleh Rekia,
akibatnya dinding Mercusuar Debarnlah yang terkena imbasnya. Ledakan besar
terjadi ditempat itu, hal itu membuat bangunan sebesar 20x20 meter tersebut
condong kekiri, dan perlahan-lahan jatuh ketanah kota Debarn.
”Apa
yang terjadi mereka mundur ke pelabuhan?” , kata Vega kepada Landga. ”Apapun
alasannya itu merupakan sebuah keuntungan bagi kita, dan lebih baik kita segera
ke pusat kota, melihat Menara setinggi itu hancur membuat aku sangat khawatir”
Jawab Landga. Beberapa saat setelah keruntuhan menara Debarn tibalah Vega dan
Landga disana. ”Bencana apa yang baru saja terjadi ditempat ini?” ,ungkap Vega begitu
saja. ”Cari orang yang masih hidup !” kata Landga.
Disamping
reruntuhan, Landga mendapati Rekia dan Abel sedang duduk lemas dengan dua helai
kain menutupi sesuatu disamping mereka. ”Kita telah kalah total....” , Kata
Rekia dengan pandangan kosong seakan-akan siang yang cerah saat itu tidak mampu
menyembunyikan tangisan kota Debarn.
Dan_19 Oktober 2012
tes
BalasHapushalo slee
BalasHapus