Minggu, 22 Januari 2012

Dilihat, Diraba, Dimassa

Pagi itu terasa malas sekali untuk beranjak dr tempat tidur, ya sebenarnya bukan hanya pagi itu saja, pagi-pagi yang lain pun demikian. Tidak sesuai dengan lirik lagu "Bangun Tidur" ketika masih TK dulu yang seharusnya bangun tidur keterus mandi namun diganti dengan bangun tidur kuterus update status BBM, FB, dan Twitter. " selamat pagi all, awali hari dengan senyuman " begitulah kira kira bunyi update status saya. Ya...terasa tidak singkron dengan apa yang saya tuliskan dijejaring sosial tersebut, bukannya awali hari dengan senyuman melainkan awali hari dengan mengomel gak jelas akibat berebut kamar mandi dengan kakak yang ternyata juga sama-sama terburu untuk sekolah/kampus. 

Waktu menunjukan pukul 07.00 ketika saya berangkat dari rumah ke sekolah. "wah peningkatan, kemaren jam 7 lebih 5 baru berangkat" cetus saya singkat serasa tanpa dosa bahwa sekolah masuk pukul 07.15. Jarak sekolah dari rumah 5 km dengan dengan kecepatan rata rata 50km/jam berarti 50 per 60 sama dengan 5 per X. secara itungan matematik butuh 6 menit untuk mencapai sekolah. Tapi memang hidup itu tak semudah bacodnya om Teguh. Disepanjang Jl.Diponegoro terjadi macet karena ada pasar tumpah yang memang kebetulan ada pedagang yang tak sengaja menumpahkan dagangannya hingga berserakan ditengah jalan. Hal itu berimbas pada berhentinya laju motor saya selama 5 menit, berarti 6 menit ditambah 5 menit sama dengan 11 menit. Yaahh...masiihh dalam batas aman dari tenggang waktu 15 menit.
Akhirnya saya sampai sekolah juga, namun saya kaget ketika kawasan depan sekolah sudah sepi yang biasanya kalau nggak telat masih ramai siswa lalu lalang. Saya coba peruntungan ketika absensi diruang tamu sekolah saya, saya ambil kartu pelajar saya yang kebetulan ada banyak garis garis hitam di belakangnya dan saya dekatkan diatas scaner. "Cenutttt" terdengar bunyi scan dari komputer. "Nanda Pandu Wicaksana, XII IA 4; 8774 : masuk pukul : 07.20 ; terlambat 5 menit " kata kata tersebut nongol di layar komputer. "Jiiahhhhh" kata gue lirih aja karena ada guru piket yang berdiri diujung koridor sana. Saya cek jam dilayar komputer scaner absen tersebut menunjukan pukul 07.21 dan saya lihat jam ditangan kiri saya menunjukan pukul 07.12.  "Lha wong jam'e we wes bedo" celoteh saya singkat terus berlari ke tangga dan menuju kelas krn jam pertama adalah pelajaran matematika yang biasanya kalau ada yang telat dikerjain dulu sama gurunya, dan saya berusaha menghindari itu. Dan untungnya gurunya belum dateng, "Aminnnn" batinku singkat.
Hari itu saya lalui dengan biasa biasa saja ya karena memang hari biasa sehingga tak ada yg berbeda dr biasanya. Namun "Biasa" itu pudar saat jam menunjukan pukul 13.45 yang berarti waktunya pulang dan berarti pula jalan-jalan ke Gramedia deket sekolah untuk membaca gratis komik Naruto edisi terbaru. Saat sampai Gramedia lantai 3 yaitu lantai dimana komik Naruto berada. Waktu itu saya dengan 2 orang teman saya yang memang kebetulan sangat dekat dengan saya. Sebut saja Jax(bukan nama sebenarnya) dan Riyo(juga bukan nama sebenarnya) itulah kedua teman yg bersama saya.
Entah kenapa saat sedang mencari cari komik Naruto yang sudah terbuka segelnya si Riyo Celoteh "Dalam mencari buku di Gramed yg bisa dibaca itu membutuhkan 3D" , si Jax hanya diam saja, namun saya balas "Nguomong uoopoohh he we i?". "Kalau mau mencari buku yang bisa dibaca ditempat,  kita harus : DILIHAT itu berarti kita harus cari dengan benar buku apa yg kita cari, lalu DIRABA itu artinya setelah kita nemu buku yg kita cari, kita harus raba dulu apakah segel plastiknya masih ada atau tidak, dan ternyata kalau masih ada itu berarti jangan dibuka krn bisa berakibat fatal yang berarti membeli, nah kalau sudah tidak ada segelnya berarti lanjut ke taraf selanjutnya yaitu DIBACA itu artinya kita bisa membaca gratis " pungkasnya layaknya seorang RT yang sedang sosialisasi ciri-ciri uang asli dengan 3D kepada warganya. Saya hanya diam, namun tidak kali ini dengan si Jax, "wah klo yg itu bagus juga diterapkan 3D" katanya sambil nunjuk kecil ke arah Manga yg sedang dibaca seorang wanita diujung sana. Saya cermati apa yg dibaca oleh wanita itu, dan ternyata wanita tersebut membaca komik Death Note. "Wah iya nih dah lama ga baca Ded not" kataku. " Maksut gue yang baca" kata Jax tanpa dosa. "Memang sih cantik tuh cewe, tp klo itu jadinya Dilihat Diraba Dimassa " kataku santai. Kemudian kami pun terdiam beberapa saat, lalu dilanjutkan mencari dengan ilmu 3D-nya Riyo ditemani lagu slownya Mozart "Amazing Love".


Dan_22 Januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar