Dua
hari telah berlalu semenjak pertempuran Westdoom, begitulah orang-orang menjuluki
pertempuran batalyon yang dipimpin oleh Rekia tersebut dengan Zentar.
"Tidak Chev, saya yakin itu kekuatan Ultimer" ungkap Rekia tegas.
"Bukankah kau tahu sendiri bahwa hal tersebut tak mungkin terjadi,
ketahuilah dan sadarlah bahwa kau telah gagal. Jangan kau menambah permasalahan
yg telah kau buat dengan mengarang cerita yang mustahil " sahut Chev.
"Ya mungkin pengalaman anda dipertempuran jauh lebih banyak dibandingkan
saya, disamping anda adalah Pimpinan Detrous, anda juga salah satu dari 5
Lenchester, jd mungkin anda tau semua seluk beluk tentang Gees, shg saya pun
memaklumi jikalau anda tidak mempercayai apa yg saya katakan td, tp ketahuilah
apa yang saya katakan tadi adalah benar " kata Rekia. Sesaat semua
terdiam, termasuk kesebelas komandan Detrous yg berkumpul di Aula istana
Vihara, ibukota kerajaan Detrous.
"Baiklah
kalau begitu tuan Chev Shira, saya undur diri", tambah Rekia sambil
menunduk lalu berbalik meninggalkan aula. "Lepaskan badge Detrous dari
baju zirahmu itu" kata Chev cepat sesaat sebelum Rekia keluar aula. Rekia
pun sejenak berhenti dan melepaskan badge Detrous yang melekat pd baju zirahnya
lalu berbalik dan meletakan badge itu dimeja didepan Chev berada. Tanpa sepatah
katapun Rekia berbalik dan kembali menuju pintu aula untuk keluar, hingga
akhirnya Rekia sampai di depan pintu aula, lalu menatap kelangit, pelan ia
berkata " Maaf..,tapi setidaknya aku telah mengatakannya kepada
mereka..maaf..".
Sejak
saat itu Rekia dicap sebagai orang pelarian Westdoom yg meninggalkan seluruh
pasukannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, berbagai macam cemooh didapat
dimanapun ia berada. Semula ia dipuja sebagai Pemimpin ribuan pasukan Detrous,
dalam waktu singkat beralih menjadi Pecundang pelarian Westdoom, from hero to
zero sepertinya itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Rekia saat itu,
memang bukan perkara mudah meyakinkan orang lain untuk percaya terhadap sesuatu
yang mustahil untuk terjadi, namun ketahuilah bahwa tak ada yang mustahil
didunia ini.
Merasa
tidak diterima lagi ditengah kota-kota besar itu, Rekia pun pergi mengasingkan
diri ke desa diujung Baratdaya Detrous. Disana ia bertemu Ganggar, seorang
kakek tua pemilik rumah dimana Rekia sekarang tinggal. Disana ia tinggal selama
2 bulan hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Morq, kota kelahirannya. Namun
sebelum ia pergi Ganggar memberikan sebuah katar miliknya kepada Rekia.
Setibanya di Morq, ia menjadi anggota pasukan batalyon Landga, seorang komandan
sekaligus rekannya dan satu-satunya yang mempercayai Rekia.
Kenapa Rekia kembali masuk dalam
militer pasukan Detrous adalah karena itu adalah upaya nyata darinya untuk
membalaskan kematian rekan-rekannya di Westdoom dan mengembalikan seluruh
kehormatannya kembali. Disinilah semuanya dimulai, awal baru, dalam sebuah
ambisinya yang baru pula. seperti yang dikatakan oleh Ganggar kepadanya dulu
bahwa dalam sebuah kehidupan tidak ada yg benar benar abadi, semua ada masanya,
dan ketika seorang komandan Rekia telah 'mati', telah dilupakan oleh semua
orang, bolehlah ia 'hidup' lagi sebagai Rekia saja, dimana semuanya baru,
termasuk ambisinya.
Dan_22 Januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar