Hari Jumat disekolah itu serasa begitu singkat, ya mungkin
karena memang hari jumat adalah hari dimana kita pulang pukul 11.15 yg membuat
terasa singkat. Begitu bel tanda pulang sekolah berbunyi, langsung saya capcus
ke parkiran untuk sesegera mungkin meninggalkan ruang yang mempunyai dua fungsi
tersebut yaitu sebagai parkiran dan sebagai aula, ya... sekolah saya memang
terkenal dengan kesempitannya yang absolut, sampai sampai parkiran pun sering
disulap jadi aula krn keterbatasan tempat, ya..tapi itulah yang membuat sekolah
saya unik, disamping tempatnya yang sempit tak kalah juga aroma therapy khas
dari TPS(Tempat Pembuangan Sampah) yang berlokasi didepan sekolah persis, dan
hanya di sekolah ini saja halaman dijadikan ajang menjemur ayam peliharaan sang
penjaga sekolah, dan sepertinya dengan tulisan ini, saya malah lebih terlihat
menjelek jelekan sekolah saya drpd menceritakan keunikannya.
Baiklah
lanjut ke cerita awal. "jegegeggegegeekkk brenngggg" begitulah
kira-kira bunyi FU saya ketika tombol starter saya tekan. Baru jalan sampe
depan gerbang sekolah sudah ada Jax yang nungguin."Meh nendi Jax?"
kataku versi jawa. "Nggon biasa " balasnya versi jawa juga yang
berarti "tempat biasa", mungkin bagi pembaca yang belum tahu maksut
"tempat biasa" tersebut adalah tempat dimana kita bisa ngemil burger
sambil liatin pemandangan khas dari kaum hawa yang pada nongkrong, ya
singkatnya yang dimaksut tempat biasa itu adalah tempat dimana kami sering
kongkow-kongkow bareng.
Setibanya
di TKP mulailah kami memesan, "Mbak rinoncis dua sama es teh dua"
kata Jax dengan gagah nan PD, mungkin maksut sii Jax adalah ring on cheese,
tapi apalah itu asal mbaknya ngerti apa yang kami maksut ya oke aja. Lalu kami
mulai mencari cari tempat yangpas untuk melihat berbagai pemadangan yang menyegarkan
mata ini. Dalam hal ini mencari tempat yang pas bukanlah perkara mudah, dan
yang jelas tak semudah soal trigonometri yang sering diajarkan oleh pak guru
dengan ludah yang terkadang muncrat krn saking semangatnya. Dalam pencarian
tempat yang pas, ada beberapa hal yang musti diperhatikan diantaranya: yang
pertama 'point of view' nya harus jelas dan tegas, tidak sembunyi-sembunyi tapi
juga tidak frontal, kedua posisi kita harus 45 derajat dari objek, karena
dengan sudut sebesar itu memudahkan kita dalam pengintaian. Dan yang terakhir
adalah posisi pencahayaan yang pas, dikarenakan ketika kita mendapatkan suatu
objek yang layak untuk diabadikan, kita dapat dengan mudah memotretnya dengan
hape tanpa harus jalan kesana kemari untuk mencari pencahayaan yang pas,
terlebih jika anda jalan kesana kemari, itu justru akan terlihat sangat norak
dan frontal, dan dapat membahayakan keselamatan diri anda, mengapa bisa
begitu?? karena menurut penelitian terbaru yang telah saya kaji, ukur, serta
saya timbang-timbang dengan benang dan kujadikan layang layang #eh #maaf,
keberingasan seorang wanita akan naik hingga 300% ketika dirinya merasa
dimata-matai, terlebih ketika dipotret, dan akan meningkat menjadi 400% jika
dilakukan oleh orang dengan tampang pas-pasan yang cenderung abstrak seperti
kami ini.
"Wah
Ndu sek kae rodok joss..arah jam loro" pungkasnya versi jawa,
"sek-sek..,ahhh the mrong ngono ko joss.." kataku versi jawa pula,
maksut dari 'the mrong' pada dialog tersebut adalah mrongos. "dudu
kui..kancane kae lho.." kata Jax sigap. "oalah..rodok oriental ngono
to tipemu." sahutku, dan saya rasa lama kelamaan jika diteruskan, tulisan
ini akan terlihat cerperti 'cerkak' alias cerita cekak jawa yang dalam bahasa
persatuan disebut dengan cerpen. "wah kok mendadak gak mud yo aku ndu
" kata jax tiba-tiba memecah konsentrasiku yg sedang asik mengintai.
"lah knp e?" jawabku singkat. " yo biasa lah..masalah cewe..sii
itu tuh.." katanya menjurus ke curhat. "oalahh..Shinta to
dalangnya" kataku. Just info, Shinta adalah nama cewe yang selama ini
ditaksir oleh Jax, tapi ceritanya penuh liku-liku dan banyak sekali cobaan yang
menghadang dan hanya avatar ketua dr keempat elemen yang dapat menghentikannya
#ehh #maaf #salahfokus . Yah singkat cerita Shinta itu adalah cewe idaman pria
disekolah, jadi persaingan sii Jax untuk medapatkan Shinta memang sangat ketat,
seketat skinny jeansnya Riyo yang jika diperhatikan dari samping akan terlihat
jelas bentuk pantatnya. Tapi masalah sebenarnya yang dihadapi sii Jax bukanlah
masalah persaingan yang begitu ketat, tapi masalah keberanianlah yg menjadi
musuh utamanya, ya istilah gahoolnya cinta dalam hati kalo kata Ungu. Terakhir
kali ia bertatap muka sama sii Shinta, ia sebenernya mau pinjam buku catatan
biologi, ya hanya untuk alibi sih sebenernya, tapi ya gmn lg namanya juga
usaha. Tapi bukannya berkata "Eh Shinta..aku boleh pinjem catetan
biologimu ga? kmaren lupa nyatet nih " tapi malah bilaang
"eekkk..". bukannya bilang yang semestinya tapi malah bilang yang ga
mesti dikatakan. Bayangin aja deh itu suara malah lebih terdengar seperti orang
yg lg ngeden diWC yang udah diampet selama seminggu. Alhasil Shinta pun berlalu
dan seperti biasa, dia langsung ngoceh ngoceh ga jelas dan yang terburuk adalah
dia ngoceh ke muka saya. Kadang sempat mikir "apa salahku" ,tapi ya
sudahlah namanya juga 'konco kenthel'.
Terkadang
juga sih aku sering berpikir "apa sih susahnya dapetin dia?" ,
pikirku kayak orang laku aja. Tapi menurut pengalamanku hidup selama delapan
belas tahun, untuk mendapatkan seorang wanita itu ga terlalu susah, cukuplah
buat dia terbiasa dengan kehadiranmu, dan ketika dia sudah mulai tebiasa
denganmu, sejelek apapun wajah anda, seabstrak apapun wujud anda, dia akan
merasa kehilangan jika tidak ada anda, nah jika sudah masuk ketahap itu sih,
istilah gahoollnya tinggal di 'gas polll'.
Sebenarnya
ingin sekali saya ungkapin hal itu ke temen saya yg satu ini, tapi aneh rasanya
jika dia nanti membalikan kata-kata yang sering aku bacodkan ketika dia
menasehatiku yaitu "hidup itu ga semudah bacodnya Mario Teguh
broo..". Namun memang hal itu benar adanya, dimana praktek itu tak semudah
teorinya, dimana sulitnya mengselaraskan yang terucap dimulut dengan praktek
dilapangan. Mungkin untuk saat ini biarlah dia lakuin semua dengan caranya, ya
meskipun kadang terlihat ababil juga cara yg dia lakukan, tapi ya inilah yang
namanya cinta, cinta itu butuh usaha, kadang butuh pengorbanan, bahkan banyak
yang bilang bahwa cinta itu hidup, namun buat saya cinta itu... HAKIKI
Dan_31 January 2012
modar sempak, aku komen pertamax!!!
BalasHapus